Postingan

Berburu Perlengkapan Bayi Lengkap Di Tangerang (Review Toko Baby Varia)

Gambar
Menjadi seorang calon ibu pastilah membahagiakan dan memiliki rasa spesial tersendiri. Begitupun pada saat menjalani masa kehamilan. Nah, di usia kehamilan ketiga saya dengan umur yang tidak lagi muda tsahhhh, meski telah  memasuki usia 34 week dan belum punya perlengkapan bayi apapun selain tumpukan popok dan sedikit gurita bayi yang jadi warisan dari adek hikshiks. 

Oke...mumpung ketiban rejeki nomplok yang tidak terduga (betul sekali bahwa setiap anak akan membawa rejeki sendiri itu harus kita yakini kebenarannya) akhirnya membuat saya berkesempatan jalan berempat ditemani oleh suami dan juga mas Gav dan adek Jo tepat di hari Sabtu tanggal 14 Desember 2019. 

Sebelum berangkat saya mencatat terlebih dahulu ya kebutuhan bayi yang baru lahir itu apa saja, sehingga sampai toko nya kita tidak bingung lagi deh. Nah, apa saja kebutuhan bayi baru lahir? Saya dapatkan  selembar listnya dari Toko Baby Varia yang saya dapatkan sejak saya hamil anak kedua yaitu adek Jo sekitar 7 tahun lalu. Btw …

Menjadi Pengurus Komite Sekolah Itu "Ga Enak" (Sebuah Kisah Yang Akan Jadi Kenangan)

Gambar
"Ahh, jadi komite itu ga enak udah capek, ngabisin tenaga, ngurusin banyak orang, kadang masih keluar duit sendiri ehhh dikomplain pula" mungkin sebagian besar orang tua murid akan berpendapat seperti itu. Ada benarnya juga sih, tapi tidak sepenuhnya betul bagi sebagian orang yang memiliki hobi berorganisasi seperti saya. 

Saya masih ingat 2 tahun lalu tepatnya 2017 saat mas Gav baru setahun di tahun 2016 menjadi murid baru pindahan di SDIT Islamicity Tangerang (dia masuk dari kelas 2). Saat itu mas Gav masih duduk di bangku kelas 3, dan saya diminta langsung oleh pihak sekolah (yang diwakili oleh salah satu guru yang bernama Bunda Opi) untuk menjadi calon pengurus komite. 

Entah apa dasarnya pihak sekolah memilih saya menjadi calon pengurus kala itu, yang jelas saya masih ingat betul ketika menemani tes mas Gav saat mendaftarkan diri di sekolah yang masih dalam tahap pembangunan ini. Pastinya ditanya seputar pengalaman organisasi dan cerita singkat seputar kegiatan komite TKI…

Yuk Dukung SGE Live dan DIan Sastrowardoyo Mengenalkan Seni Bagi Tumbuh Kembang Anak Autisme Indonesia

Gambar
Sebagai seorang sekretaris komite di sekolah tempat anak-anak belajar, saya pun sering mendapat aduan atau komplainan yang wajib disampaikan ke pihak pejabat sekolah SDIT di wilayah Cipondoh Tangerang ini. Yap, salah satu komplainannya adalah tentang diterimanya anak autisme atau ABK di sekolah ini. 
"Duh, kenapa sih ada anak ABK diterima juga, udah muridnya banyak masih ditambah lagi tugas gurunya yang tidak sedikit sepertinya merepotkan saja. Belum lagi lihat guru anak ABK atau autis ini kasihan harus mengikuti dan mendampingi terus selama jam pelajaran sekolah berlangsung" begitu jugalah kira-kira keluhan yang saya sampaikan kepada kepsek yang kerap disapa "Bunda" di sekolah. 

Lalu dengan senyum dan sabar beliau menjawab " Bunda Gavino, kalau bukan kita yang menerima di mana lagi anak-anak autis ini akan bersekolah. Lalu... kalau bukan kita siapa lagi yang bisa menyayangi dan memperlakukan dia seperti layaknya anak seusia mereka? Bukan hanya soal materi (baya…

Makin Cerdas Yuk Atur Keuangan Bareng Program Literasi Prudential Untuk Perempuan Indonesia

Gambar
"Saya dulu dikasih racun sama ibu saya "Nak, kamu jangan pernah tidak bekerja sampai kapan pun, bagaimanapun juga seorang perempuan itu harus tetap bekerja mencari uang sendiri, bagaimanapun kondisinya. "Emang kenapa Bu?" tanya saya dalam hati. Lalu Ibu saya menjawab "Ya gak lucu kalau lipstik aja sampai minta ke suami" Emm bener juga ungkap saya dalam hati. Itulah sekelumit curhatan Ibu Sondang Marthayang saya dengar beberapa hari lalu tepatnya tanggal 14 November 2019 bertempat di gedung lantai dasar KPPPA (Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) Jakarta. 
Itu baru sebagian ungkapan beliau yang menyentil perasaan saya, ada lagi nih yang bikin saya harus menganggukkan kepala tanda setuju seputar pernyataannya selanjutnya yang mengemukakan bahwa "Sebagai perempuan memang sudah selayaknya ikut bekerja mencari uang, meski tidak harus sektor formal bisa juga sektor informal sesuai dengan passion, kapasitas, keahlian dan hobi yang dimilik…