Langsung ke konten utama

Asyiknya Nobar Film Kartini Bareng Prudential


Kalau ingat bulan April, pasti bangsa kita akan diingatkan pada seorang wanita pejuang bangsa yang bernama Kartini. Bahkan di sekolah-sekolah juga di kantor atau di tempat pelayanan publik seperti perbankan, pemerintah daerah, pengadilan dll juga akan ikut memperingatinya dengan cara mereka sendiri lho, yaitu dengan meminta para karyawannya memakai kebaya untuk hari itu. 

Istimewakah Kartini itu? besarkah perjuangannya untuk bangsa ini, terutama para wanita? Hemmm ternyata saya bener- bener paham dengan jelas nih pada sosok Kartini yang dijadikan salah satu pahlawan wanita nasional, setelah beberapa hari lalu nobar film Kartini bareng Prudential yeayyy. 


Nobar Film Kartini Bareng Prudential
Prudential? sudah pada tahu kan ya..Prudential adalah sosok brand dari banyak perusahaan yang berkecimpung di dunia asuransi. Wah pas banget nih, suami saya juga jadi nasabah asuransi yang sudah beroperasi mulai dari tahun 1999 sejak didirikan di tahun 1995 ini. Dan karena ingin memanjakan wanita Indonesia masa kini #eeeaaa 😝 Prudential mengajak saya dan beberapa teman blogger lainnya melihat film Kartini. 



Eh ada juga sih, saya lihat beberapa penonton yang datang selain kami dan masih unyu-unyu pula. Mungkin masih duduk di bangku SD kali ya. Oke, saking antusiasnya dengan film Kartini otomatis undangan spesial dari Prudential ini tidak saya sia-sia kan. Saking antusiasnya datang, acara dimulai pukul 16.00 dan saya pukul 15.30 sudah sampai di lokasi tepatnya di XXI Theater Jakarta. 


Dan ketika jam menunjukkan pukul 16.00 makin banyak lho para tamu undangan yang datang. Oia masing-masing dari kami diijinkan membawa satu orang lagi untuk ikutan nobar. Well setelah registrasi seperti biasa, saya pun mendapatkan 2 buah tiket nonton, 2 Pop corn, 2 Minuman soft drink dan 2 kentang goreng sosis (kalau yang ini saya milih dari 3 menu yang disiapkan). 




Oia sebenarnya, saya berencana mengajak adek untuk nobar kali ini, tapi berhubung dia berhalangan jadilah saya mengajak mbak Anita salah satu teman blogger yang saya kenal di pertengahan tahun lalu dalam sebuah event blogger gathering di Jakarta. 


Oke, selepas kerja mbak Anita langsung meluncur dan menemui saya untuk mengambil tiket dan kupon makan minumnya yang ditukar di kasir wkwkwkw. Saya, mbak Anita dan beberapa rekan lainnya juga asyik ngerumpi sambil ngobrol ngalor ngidul, sembari menunggu bioskop dibuka. Rame ga Feb? Iya dong, namanya juga nobar kalau ga rame kan ga seru hehe. Ehh pas lagi enak-enak ngobrol kamipun melihat ada sosok pria yang sepertinya tidak asing lagi dipandang mata jalan ke arah toilet. Siapa dia? Wow ternyata ada mas Hanung Bramantyo yang menjadi sutradara film Kartini ini sekaligus suami dari artis hijabers Sazkia A. Mecca. 



Saya, mbak Anita dan mbak Dewi Nuryanti yang dijuluki Emak oleh kami semua wkwk
Dengan menggunakan kemeja batik hijaunya dan celana hitam membuat penampilannya nampak semakin fresh deh 😁. Nah, biasalah ya mamarazi mamarazi langsung beraksi kalau udah lihat yang bening-bening begini menyiapkan kamera depan ahaaayyy, sambil menunggu mas Hanung keluar toilet, kamipun melanjutkan ngobrol dengan was-was jangan sampai mata meleng dan kelewatan mau groufie bareng si doi ketika lewat dan keluar dari toilet. Lumayan lama ada sekitar 10-15 menitan si doi ada di dalam hehe, jangan-jangan terjebak juga sama para fans nya 😆

Dan sambil dilingkupi rasa was-was khawatir, mas Hanungnya lolos hahaha kamipun mantengin banget pintu keluar toiletnya jangan sampai si doi kabur duluan hehe. Huft setelah menunggu akhirnya berhasilll, ajakin mas Hanung pose dulu di kamera depan saya. Teman-teman sudah pasti nebeng dong ya hahaha. 

Yeayy Berhasil Juga Akhirnya Setelah Menunggu Lama xixi
Ga lama kemudian pintu studio 2 pun dibuka, dan kami dipersilahkan masuk dengan menduduki nomor kursi yang telah diberikan. Sebelum masuk, ada sedikit sambutan nih dari pihak Prudential yang mengatakan "say thanks buat para undangan yang datang, dan mempersilahkan menikmati ajakan nobar bareng film Kartini ini" karena dengan melihat film Kartini akan menumbuhkan semangat baru untuk tetap maju bagi kartini masa kini"

Setelah itu, sambutan berikutnya datang dari mas Hanung Bramantyo sang sutradara film yang digarap kental dengan sentuhan Jawa Tengah ini. Mas Hanung berujar bahwa "Jangan panggil aku Raden Ajeng Kartini, panggil Kartini saja" begitu membuka sambutannya untuk kami. Karena memang Kartini itu menginginkan dipanggil nama saja dan tidak ingin dianggap istimewa. 





Menyaksikan film yang bernilai historis seperti ini biasanya akan membosankan, namun berbeda dengan film Kartini yang dikemas dengan nuansa Jawa yang penuh rasa sejarah dan humoris yang tinggi. Dan saya nonton press screaning seperti ini sudah beberapa kali dengan ibu-ibu semua 😁 sekali-kali pengen yang beda gitu" huahuahuahua kamipun tertawa 

Yuhuu setelah mendengar 2 sambutan, kami pun foto bersama sebelum menyaksikan film Kartini yang diperankan oleh artis cantik Dian Sastro. Karena saya dapat tempat duduk di atas D 13, maka saya pun iseng pengen ikutan foto bareng. Dan siapa yang sangka dengan turunnya saya ke kursi bawah untuk ikutan foto barengan itu malah mendatangkan rejeki dengan bersebelahan persis banget sama mas Hanung *eeeaaa. Paling hanya berjarak berapa cm aja (uhuk-uhuk 😛). 

Jangan Pada Baper Ya Melihat Saya Berdampingan dengannya *eeeaa


Sinopsis Film Kartini 
Melihat packaging film ini membuat saya teringat dengan tanah Jawa tepatnya Jawa Tengah, dengan konsep film yang menggambarkan suatu kehidupan sosok keluarga berdarah biru yang hidup di jaman penjajahan Belanda. Dengan diperankan oleh Dian Sastro tokoh utama sebagai sosok Kartini, dan juga 2 orang adek perempuannya bernama Kardinah (Ayusita) dan Roekmini (Acha Septriasa) yang memiliki satu visi sama untuk lepas dari pingitan sebagai ciri khas tradisi kehidupan raden ajeng di jaman penjajahan Belanda. 

Kartini, gadis kecil kelahiran 21 April 1879 di Jepara ini dilahirkan oleh seorang ibu bernama M.A Ngasirah yang diperankan apik oleh Christine Hakim. M.A Ngasirah adalah seorang pembantu yang sebenarnya adalah istri dari Bupati Jepara sebelum dia memperistri Raden Ajeng Moeriam (Djenar Maesa Ayu). Sosok Kartini, yang dalam kesehariannya dipanggil Trinil dipingit dari usia 12 tahun oleh ibu tirinya itu demi mempertahankan tradisi yang telah turun temurun dilakukan oleh keluarga bangsawan jaman dulu.


Namun dalam pingitan yang menyebabkan dia tidak bisa bebas bergerak melihat dunia luar itu. Beruntung atas bantuan kakak kandungnya, Sosrokartono diperankan oleh Reza Rahardian selalu menyemangatinya meski lewat surat menyurat dari negeri Belanda yang jauh. Kartono menyemangati adek-adek perempuannya terutama Kartini untuk terus belajar banyak hal melalui buku. 

Sehingga Kartini banyak belajar secara otodidak tentang Bahasa Belanda, membatik, menulis artikel dengan bahasa Belanda sehingga pada akhirnya artikelnya bisa dimuat di Belanda untuk bagian bahasa dan antropologi budaya setelah melalui banyak proses "perjuangan". 

Tidak tahan dengan perlakuan pingitan dari ibu tirinya terhadap dia dan 2 adeknya, Kartini meminta pertolongan kepada Nyonya Belanda Cecile De Jong (Carmen Van Rinjbach) yang pernah menjadi tamu ayahnya salah satunya dengan memasukkan surat nya itu ke dalam mangkuk sayur yang dikirimkan untuk nyonya dari bangsawan Belanda. 


Akhirnya dengan pertolongan Nyonya Belanda itu Kartini, Roekmini dan Kardinah yang dijuluki daun semanggi oleh Nyonya Belanda itu memiliki sedikit kebebasan bisa keluar dari rumah, meski tetap dalam pengawasan ayah,ibu tiri dan kakak kandungnya yang lain yaitu Slamet (Denny Sumargo). Setelah pasutri bangsawan Belanda tersebut bernegosiasi dengan mengajak kerjasama secara diplomatik dengan ayah Kartini.

Hingga perlahan perjuangan step by step yang dilakukan Kartini dengan dibantu oleh kedua adeknya itu membuahkan hasil untuk kebangkitan ekonomi masyarakat Jepara. Ukiran dan batik khas Jepara yang dia gagas dan ditularkan pada masyarakat Jepara dengan bantuan dan support dari ayahnya. Kartini juga mengajarkan baca tulis kepada perempuan-perempuan di sekitarnya.


Kemudian dia ingin mengajukan proposal beasiswa ke Belanda dan ayahnya mengiyakan. Nah disinilah awal konflik terjadi antara ayah dan ibu tiri dan Slamet kakaknya, juga antara ayah dan saudara ayahnya (pakdhe Kartini) dan meminta pernikahan putranya dengan Kartini dipercepat. Tak pelak karena banyaknya tekanan membuat ayahnya jatuh sakit dan hanya bisa terbaring di atas ranjang untuk beberapa bulan. 

Hal ini semakin membuat ibu tiri Kartini yang menjunjung tinggi budaya Jawa, marah besar dan mengurungnya di kamar sampai datang lelaki bangsawan yang datang melamar. Sebagai ibu kandung, tidak tega melihat anaknya diperlakukan seperti itu, dia pun berani membebaskan Kartini dan mengajaknya pergi ke suatu danau untuk memberikan pengertian kepada Kartini dari hati- ke hati bagaimana perjuangan ayah dan ibunya hingga proses pernikahan ayahnya yang rakyat biasa dengan ibu tirinya yang berdarah bangsawan. 


Setelah kejadian itu, Kartini pun mengiyakan permintaan dari keluarga ayahnya untuk segera menikah dengan wakil bupati Rembang meski sudah memiliki 3 istri (istri pertama meninggal) yang diperankan oleh Dwi Sasono dengan beberapa persyaratannya. Salah satu persyaratannya adalah mendirikan sekolah untuk wanita-wanita miskin di sekitar tempat tinggalnya. Hal itu dia lakukan demi kesembuhan ayahnya dan menghindari lagi amarah ibu tirinya.


Beberapa hari menjelang proses pernikahan, beasiswa Kartini pun dikabulkan oleh pemerintah Belanda. Namun dengan berat hati dialihkan ke temannya yang bernama Agus Salim (kini tokoh nasional) meski pada akhirnya juga ditolak oleh tokoh nasional ganteng asal Padang itu.

Nilai Film Kartini
Melihat film Kartini ini membuat saya merasakan menjadi wanita yang benar-benar dihargai atas perjuangan beliau. Banyak hal menarik dari kepribadian Kartini sesungguhnya. Bangsawan namun tetap bersahaja, semangat untuk terus belajar meski otodidak. Perempuan tidak hanya bisa pandai masak di dapur saja, tapi juga harus bisa mengembangkan sayap untuk membuka wawasan. Perempuan harus banyak memberi inspirasi. 

Perempuan harus tetap menjaga kehangatan di antara keluarga meski dalam berbagai aktivitas padatnya. Pentingnya kedekatan emosional antara anak dan orangtua, adek kepada kakak atau adeknya. Perempuan itu juga bisa maju dan menjadi mandiri secara finansial meski tetap menjadi seorang istri. 


Melihat film ini saya jadi berterimakasih sekali pada ibu Kartini, yang telah memberikan banyak jasa hingga saat ini perempuan Indonesia bisa disejajarkan dengan pria. Perempuan Indonesia yang awalnya hanya didoktrin untuk mengurus anak, suami dan rumah. Kini bisa berjaya dan mencari kebebasan dalam bidang yang digelutinya tentunya tanpa meninggalkan kodratnya sebagai wanita. Seperti saya lah ya, yang suka nulis dan ngeramein blog ini jadi bebas berkelana dan cuap-cuap ahahaha 😃.

Semangat baru muncul setelah melihat film berdurasi 119 menit ini. Tegang iya, humornya dapat banget juga ceritanya menyentuh. Terimakasih Prudential atas traktiran nonton dan jamuan camilannya yang menemani kami sore itu. Ga salah pilih brand asuransi nih 😀. Jadi seneng juga bisa ketemu mas Hanung kan *ehh 😅, bisa seru-seruan sama teman2 juga dan pastinya puas juga sama film besutan Legacy Picture ini dan happy juga bisa ikutan jadi peserta nobar barengan dengan brand asuransi yang identik dengan warna merahnya ini. 

Asuransi yang telah jadi nomer satu di Indonesia dengan 2.4 Juta nasabahnya (wowwww binyik bingit) dan jumlah asetnya per Desember 2016 yang telah mencapai 64.2 Trilliun ini. Wow kan 😍 Good job Prudential ga salah saya ikut meramaikan #prumoviedaykartini kemaren wkwkkw. Hayooo sudah pada nonton belum? sudah beredar kog dari tanggal 19 April kemaren di bioskop terdekat xixi jangan lupa siapkan tissu juga ya.





* Sumber Gambar : Dokumentasi pribadi dan IG @id_prudential

  


























Komentar

  1. Duuuuuhhh bikin iri aja nih jeng Febrianty....bisa nobar plus foto bareng Mas Hanung dkk. Aku belum sempet nonton nih...penasaran bintang film nya oke semua.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yoiii mbak,ayo nonton mumpung masih tayang hehe. Tapi ga ketemu mas Hanung ya wkwkkw

      Hapus
    2. Sampai sekarang aku kok ya belum sempet nonton lg di bioskop haha bener2 emak rempong nih. Nunggu film Kartini tayang di tv berbayar aja deh atau di stasiun tv swasta lainnya ��

      Hapus
  2. Katanya ini film bagus dan sangat menginspirasi ya mba. saya belum kesampian nonton ini. huhuhu

    salam kenal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo nonton mas, salam kenal balik xixi

      Hapus
  3. Belum sempat nonton ini film. Suka dg quote-nya: Ilmu yang kita miliki baiknya dibagikan pula ke orang lain. Itulah, ketika bermimpi pingin ngasih sedekah ke seribu anak yatim, bangun seribu masjid, dll... terkadang kita lupa cara bersedekah yang paling mudah, yaitu dengan membagi ilmu yang kita miliki ke orang lain :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah cakep tuh mbak, bener banget berbagi ilmu cara gampang berbagi ya. Semoga kita ga pelit kasih ilmu dalam segala hal ya

      Hapus
  4. Saya suka karakter kartini di film ini. Berani. Bukan jadi perempuan Jawa yang lemah. Nonton ini mewek mulu dr awal smpai akhir. Suka deh pokoknya. ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah sudah nonton ya mbak 😊 hooh ya asli bikin baper keren ide nulisnya

      Hapus
  5. Christine Hakim was THE BOMB! Dia sangat layak dianugerahi Piala Citra ke-7 karena perannya di sini.

    Nice writing :))
    www.iamandyna.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener banget Christine Hakim berprestasi dan total banget main di film ini, tidak takut terlihat jelek juga meski tanpa makeup

      Hapus

Posting Komentar

Saya senang jika kalian berkenan meninggalkan komentar dan tidak meninggalkan link hidup ya. Terimakasih atas kunjungannya dan insyaallah saya akan berkunjung balik. Terimakasih sudah mampir ^-^

Favourite Posts

Pilah Pilih TK Cipondoh Tangerang Yuk

Tahun ajaran baru memang masih 4 bulan lagi, tapi saya dan sohib berburu saya mama Queen untuk anak ke2 nya Malik yang usianya sebaya dengan adek Jo, kami sudah sibuk selancar hunting sana hunting sini buat milih sekolah. Pertimbangan kami adalah sekolah yang tidak begitu jauh jaraknya dari rumah dan menanamkan nilai-nilai islam sebagai dasar dan pola pengajarannya.

Yupp 2 hari hunting menghasilkan tulisan blog kali ini. Buat para Bunds yang sedang bingung (sama seperti saya hehehehe) mencari dan memilih sekolah buat si kecil yukkk simak lebih lanjut. Yess terhitung, pertanggal 19 Januari ini adek Jo berumur 4 tahun berarti pas ajaran baru sekitar 4 tahun 6 bulan usianya. 

Saatnya masuk TK dong? Yoii kan umurnya sekolah, sekarang adek Jo mengisi kesibukannya dengan ikut bunda sekolah. Jadi mak nya ngajar, anaknya ikutan sekolah hehe (praktis kan...jurus yang banyak dilakukan bu guru di luar sana pastinya).
Ada 4 sekolah yang kami survey dan 3 diantaranya ada di lokasi seputaran perumaha…

Review Wardah Lightening Facial Foam, Sabun Wajah Yang Membuat Tampak Cerah

Hallo teman- teman, senang sekali nih bisa sharing dan ngobrol ringan buat artikel kali ini. Nah, pastinya diantara kita kalau sudah membahas cara make up natural dan simplepasti pada langsung interest di bagian wajah, karena memang wajah itu merupakan aset terpenting yang membuat seseorang bisa nambah satu strip di tingkat kepedeannya. 

Secara ya, pasti banyak diantara kita yang sangat memperhatikan kulit wajah. Karena saya yakin, setiap orang baik pria ataupun wanita pasti kepengan kan punya kulit wajah yang cerah dan segar juga sehat. Bahkan ada juga yang sampai rela punya waktu me time dengan jadwal khusus yang dijalaninya di klinik perawatan wajah kesayangan.
Nah, itu salah satu contoh aja ya. Sisanya masih banyak upaya dan cara yang dilakukan oleh kita untuk membuat wajah cerah dan sehat. Salah satunya memakai produk drugstore yang bisa kita temui dengan mudah di swalayan atau toko kosmetik terdekat. Selain olahraga dan minum air putih yang cukup dong pastinya. 
Banyak sih, nama-na…

Review Hand Body Marina UV White

Well, hayoo ngaku siapa yang malas pakai hand body setelah mandi? Buat kalian yang rajin memakai hand body selamat ya, karena kalian sudah melakukan salah satu cara untuk melembabkan kulit kita. Buat yang masih malas-malas an pakai hand body lotion yukk ah mulai dari sekarang kita menjaga kulit demi kesehatan dan juga kecantikan *uhuk uhuk
Nah, ngomongin hand body lotion yang pastinya menjadi benda wajib setelah kita mandi. Pastinya tidak akan ada habisnya ya. Entah itu bagi wanita ataupun bagi pria, well karena emang mencegah kulit dari kekeringan juga harus dilakukan lho demi memiliki kulit sehat. Dan, saya pun memberikan hand body lotion kepada 2 jagoan saya setelah mereka mandi xixi. 


Awalnya sih mereka menolak, tetapi lama-kelamaan karena sudah terbiasa dari bayi ya mereka biasa saja pada akhirnya hehe, ketimbang muka emaknya manyun karena ngomel-ngomel wkwkkw. So sehabis mandi, pagi dan sore hari saya berikan hand body lotion buat mas Gav dan adek Jo. 
Produk yang saya pilih pun se…