Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2019

Yuk Dukung SGE Live dan DIan Sastrowardoyo Mengenalkan Seni Bagi Tumbuh Kembang Anak Autisme Indonesia

Gambar
Sebagai seorang sekretaris komite di sekolah tempat anak-anak belajar, saya pun sering mendapat aduan atau komplainan yang wajib disampaikan ke pihak pejabat sekolah SDIT di wilayah Cipondoh Tangerang ini. Yap, salah satu komplainannya adalah tentang diterimanya anak autisme atau ABK di sekolah ini. 
"Duh, kenapa sih ada anak ABK diterima juga, udah muridnya banyak masih ditambah lagi tugas gurunya yang tidak sedikit sepertinya merepotkan saja. Belum lagi lihat guru anak ABK atau autis ini kasihan harus mengikuti dan mendampingi terus selama jam pelajaran sekolah berlangsung" begitu jugalah kira-kira keluhan yang saya sampaikan kepada kepsek yang kerap disapa "Bunda" di sekolah. 

Lalu dengan senyum dan sabar beliau menjawab " Bunda Gavino, kalau bukan kita yang menerima di mana lagi anak-anak autis ini akan bersekolah. Lalu... kalau bukan kita siapa lagi yang bisa menyayangi dan memperlakukan dia seperti layaknya anak seusia mereka? Bukan hanya soal materi (baya…

Makin Cerdas Yuk Atur Keuangan Bareng Program Literasi Prudential Untuk Perempuan Indonesia

Gambar
"Saya dulu dikasih racun sama ibu saya "Nak, kamu jangan pernah tidak bekerja sampai kapan pun, bagaimanapun juga seorang perempuan itu harus tetap bekerja mencari uang sendiri, bagaimanapun kondisinya. "Emang kenapa Bu?" tanya saya dalam hati. Lalu Ibu saya menjawab "Ya gak lucu kalau lipstik aja sampai minta ke suami" Emm bener juga ungkap saya dalam hati. Itulah sekelumit curhatan Ibu Sondang Marthayang saya dengar beberapa hari lalu tepatnya tanggal 14 November 2019 bertempat di gedung lantai dasar KPPPA (Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) Jakarta. 
Itu baru sebagian ungkapan beliau yang menyentil perasaan saya, ada lagi nih yang bikin saya harus menganggukkan kepala tanda setuju seputar pernyataannya selanjutnya yang mengemukakan bahwa "Sebagai perempuan memang sudah selayaknya ikut bekerja mencari uang, meski tidak harus sektor formal bisa juga sektor informal sesuai dengan passion, kapasitas, keahlian dan hobi yang dimilik…