Tips Mengikuti Lomba Video (Curhat Ikut Lomba Video Keluarga Dalam Rangka Memperingati HUT RI KE 75 )

Well ga berasa di bulan Agustus ini kita memasuki masa new normal setelah dibuka per tanggal 1 Juni 2020. Namun sayangnya karena angka pasien yang positif Covid 19 semakin bertambah, maka mau tidak mau tatap muka untuk murid-murid pun ditunda sampai bulan Januari (semoga tidak mundur lagi ya).

Nah, dalam rangka memperingati HUT RI ke 75 sekolah mas Gav dan Mas Jo mengadakan perlombaan video yang harus diikuti oleh semua murid. Tidak ada ketentuan yang jelas tentang perlombaan tersebut. Hanya saja ditulis "lomba antar keluarga" ya saya mikirnya perlombaan yang dilakukan antar keluarga yang ada di dalam rumah. 

Jadi lomba yang melibatkan ibu, bapak dan anak begitulah kira-kira yang saya tangkap dari sekilas info perlombaan yang dishare oleh Bunda Walas mas Gav dan Mas Jo. Oke...menjelang DL tidak terpikir sama sekali bagi saya untuk mengikuti lomba tersebut, namun saya mikir lagi "ga enak ah kalau ga setoran video, mengingat ada 2 murid yang terdaftar di sekolah anak-anak

Memulai Perlombaan Dengan Dekorasi Sederhana

Oke, tanpa meminta konfirmasi dari kedua lelaki yang sudah mulai bosan belajar di rumah saya pun langsung meminta mereka untuk persiapan syuting. Pagi sekitar jam 10.00 wib saya mengajak Mas Jo untuk membeli perlengkapan dekor seadanya di toko agen mainan besar yang hanya berjarak gang dari rumah . Tujuannya supaya tidak terkesan polos dan biasa saja waktu pengambilan video dimulai. 

Dekor Sederhana Edisi Merah Putih

Hasil "menjelajah" dari toko yang menjual segala macam kebutuhan sekolah, mainan, kebutuhan bayi, perabot hingga baju itupun saya membeli : 

  1. Balon merah 2
  2. Balon putih 2 
  3. Kertas krep siap pakai 
  4. Bendera merah putih bertangkai 2 biji 
  5. Hiasan sepeda warna merah 2
  6. Hiasan sepeda warna putih 2 

Alhasil 2 balon merah dan 2 balon putih bertuliskan Dirgahayu RI pun berhasil ditiup oleh kedua calon artis itu dengan penuh perjuangan. Iya, perjuangan dalam candaan mereka karena memang balon ditiupnya manual aja pakai mulut haha. 

Dua balon lagi saya pasangkan pada tripod bekas yang holdernya telah lepas untuk saya taruh di bagian pojok ruang tamu supaya ada nuansa merah putihnya. Untuk meja ruang tamu yang berbentuk oval saya akalin dengan kertas krep merah putih yang siap pasang, jadi dibantu double tape untuk menahannya supaya tidak jatuh. 

Untuk bawah meja bagian depan yang terkena kamera, saya berikan hiasan sepeda merah dan putih yang sengaja saling bersilang supaya ada hiasan yang rame merah putih. Semua saya pasang sendiri dengan bantuan selotip. Ala kadarnya dan sederhana saja, yang penting waktu record ada bagian merah putihnya. 

Sayangnya lupa difoto karena ga kepikiran juga mau nulisnya. Udah riweh duluan nyari baju kemeja Mas Gav yang warna merah bendera, karena ternyata ada di keranjang gosokan si mpo yang belum tertata ke lemari ^LOL^. Begitupun baju Mas Jo yang merahnya entah nyelip kemana. 

Bayi Devina yang ikut ngoceh di video

Bayi Devina aman jaya, karena kebetulan pas lahiran tetangga belakang rumah kasih baju, bando pita dan sepatu satu set warna merah bendera yang berlist putih. Cantik kan 😅. Kalau saya, kebetulan ada baju warna salur merah putih yang dibeli setahun lalu saat masih hamil besar untuk kebutuhan dresscode arisan bareng mama-mama teman TK Mas Jo. Kalau Mas Bojo, saya ga berani ngatur haha takut jadi istri durhaka ketika maksa suaminya pakai baju yang dia ga pede haha

Perlombaan pun dimulai

Oke, dari pagi saya sudah ngoceh ngoceh ke penghuni rumah, akhirnya eksekusi pun dimulai setelah kami sholat isya. Namun sehabis mandi sore sudah bersiap dengan konstum masing-masing. 

Supaya gampang, record pakai kemera depan HP baru pun jadi pilihan malam itu. Secara HP baru kapasitasnya masih besar dan kameranya menipu, terbukti dengan wajah kusam (waktunya facial jadi kinclog). 

Konsep lombanya saya pilih sederhana saja, karena ini kakak adek jadi ga bisa diadu fisik. Akhirnya perlombaan tebak lagu kebangsaan saja yang paling mudah diterima oleh mereka kekalahannya. 

Jadi, Ayah Imam akan menggonjrengkan beberapa bagian lagu yang sudah saya tuliskan di buku contekannya, lalu mereka berdua yang akan menebak dengan cara melambaikan bendera sebagai tanda ingin menjawab. 

Mas Gavino (kiri) dan Mas Jovano (Kanan) memegang stik bendera

Nah, ada 6 lagu tebakan dan 1 lagu rebutan. Saya cari lagunya pun yang familiar di telinga mereka supaya gampang nebaknya. Setelah berhasil ditebak, maka kami nyanyikan lagu itu bersama sama dengan ceria yang semakin menambah rasa nasionalis. Adek bayi Devina, karena belum ngerti apa yang ada di depannya. dia hanya ngoceh-ngoceh sambil ikutan teriak pakai bahasa bayi. 

Oke, karena skornya sama 3-3 jadi pertanyaan rebutan pun harus diberikan. Pemenangnya mas Gav dengan skor 4 dan mas Jo dengan skornya 3 maka hadiah yang ada di rumah wafer Tango sekaleng pun saya berikan saat itu juga supaya berasa lomba beneran. 

Pengumuman Lomba

Nah, setelah syuting yang memakan waktu sekitar 30 menitan, Dan durasi fix nya menjadi 17 menit saya pun mengedit video itu kembali menjadi 7 menit untuk diserahkan ke sekolah. Editnya juga penuh perjuangan, sama seperti saat melawan penjajahan dulu. Bedanya sekarang saya melawan segala urusan domestik rumah tangga untuk mengedit video yang butuh sekitar 1 hari ini hahaha. "Hasil editannya bagaimana Feb?" 

Cuss kepoin video berikut ya, video yang akan menjadi moment dan kenangan bagi 2 lelaki kecilku. Editnya menggunakan software filmora Go yang user friendly banget.

Huft masih ada PR buat saya, karena harus mengirimkan ke dalam WA ibu guru walas. Akhirnya video itu pun harus saya upload terlebih dahulu ke dalam google drive. Secara kita tahu batas maksimal durasi pengiriman video hanya 16 MB saja. Butuh waktu juga rupanya untuk upload ke drive meski hanya berdurasi 7 menitan ini. 

Selepas magrib, link pun saya kirim ke walas anak-anak. Menurut walas mas Gav "sudah ditutup karena batasnya jam 10 di tanggal 18 Agustus" tapi setelah saya jelaskan kalau butuh waktu juga untuk upload ke drive dan beliaunya menanyakan kepada panitia, alhasil video saya pun diterima. 

Eng Ing Eng..........keesokan harinya tanggal 19 Agutus 2020 pengumuman pun ditayangkan pada channel youtube sekolah. Tidak berharap menang karena selain telat waktu setoran juga mikirnya teman-teman wali murid lain pun pasti the best  semua.

Konten youtube, itulah yang terpikir dalam benak saya saat pertama kali memutuskan untuk ikut gabung menjadi peserta video ini. Karena saya ingin mengabadikan setiap moment yang ada di kehidupan saya bareng keluarga. 

Boleh diintip ya di channel "Keluarga FR" yang akan saya fokuskan pada review sharing, parenting dan daily vlog untuk keluarga Indonesia. Semoga selain menyimpan memory saya pun juga bisa berbagi kepada keluarga Indonesia lainnya seputar kehidupan mom blogger 3 anak ini. 

Setahu saya sebagai seorang blogger yang beberapa kali mencoba peruntungan lewat lomba video, namanya perlombaan video itu yang dinilai adalah isi kulalitas video, uniknya cerita yang divideokan, bagusnya audio atau kualitas gambar yang disajikan juga editing sebagai pemolesnya. Jadi video paling menarik dan bagus dialah pemenangnya.

Tapiiii tidak saya temukan pada pemenang lomba kali ini. Karena video kami kalah dengan video murid lainnya seperti makan kerupuk, masukkan pensil ke dalam botol, tangkap ikan, makan oreo dll. Pokoknya yang dilihat murni perlombaan, ada watermark editing video, gambar goyang, audio ga jelas dll. 

"OOOOO dalam hati saya ngakak wkwkkw" ternyata yang dimaksud dengan lomba video versi sekolah anak-anak itu begini to? ada yang melibatkan banyak saudara, tetangga bahkan teman main sekitar yang masih saya atur jaraknya di masa pandemi. Video keluarga FR pun kalah dengan audio dan gambar yang gelap goyang dengan suara yang tidak jelas. Per level memang pengumumannya, jadi di setiap angkatan akan dipilih 3 orang pemenangnya. 

Tips Menang Lomba Video

Jadi dari sini saya pun bisa memberikan tips mengikuti lomba video (yang saya dapatkan dari pengalaman memenangkan beberapa lomba video yang saya ikuti sebelumnya) pada teman-teman adalah : 

  1. Ketahui maksud dari tema video tersebut, tanyakan kepada panitia jika dirasa kurang jelas. Apalagi jika ketentuan pemenang tidak disebutkan seperti dalam lomba video sekolah kali ini.
  2. Tanyakan Do and Dont's nya hal ini untuk meghidari muatan yang tidak termasuk dalam kriteria supaya video kita masuk ke dalam nominasi panitia. 
  3. Persiapkan konsep berbeda dengan lawan 
  4. Persiapan matang sebelum dimulai take video, semakin jauh hari mendekati waktu akhir, semakin memudahkan bagi kita untuk punya waktu edit yang panjang sehingga kualitas video semakin baik
  5. Lihat siapa jurinya, dengan begini kita akan tahu bagaimana selera juri yang akan menilai. Syukur-syukur jurinya adalah orang yang kita kenal, sehingga kita dapat meraba bagaimana seleranya dalam penilaian. 
  6. Siap lahir batin, ikut lomba artinya siap menang dan siap kalah
Well segitu dulu tulisan curhat kali ini, ga menang gpp. Saya pun juga memiliki moment berharga bisa 1 frame bareng mereka saat kelas 3 dan kelas 6 ini. Terimakasih sudah membaca, semoga bermanfaat buat teman-teman yang ingin ikut lomba video ya.
Semoga bermanfaat.

Merdeka dengan cara kita masing-masing
















Komentar

  1. Devina kok gemes banget to mbaaaak, pake baju merah merah putih uw. Sip sip tips mantap buat lomba apapun ya sebener e, tampilkan yg terbaik

    BalasHapus

Posting Komentar

Saya senang jika kalian berkenan meninggalkan komentar dan tidak meninggalkan link hidup ya. Terimakasih atas kunjungannya dan insyaallah saya akan berkunjung balik. Terimakasih sudah mampir ^-^