SHAFIRA, Tumbuh Besar Di Usia 30 Tahun


Jadi, kemaren itu saya baru saja kulineran bareng genk arisan saat mas Gav duduk di bangku TK, nah sampai sekarang kami pun masih suka kumpul meski hanya per 3 bulan sekali. 

Nah, di moment itu. Kami pada sahut-sahutan ngomongin soal umur. Entah siapa yang mengawali, yang jelas ketika ditanya 'Kalau umur kamu berapa?' masing-masing langsung mungsret wajahnya dan mencoba menjawab dengan sekenanya. Ehh ada yang langsung nyelutuk '17 tahun dong' sehingga suasana pun langsung grrrrrr. Padahal diantara kami ini adalah generasi yang rata-rata angka kelahiran tahunnya 80 an. Kebayang dong, sudah sekitar 30 tahunan lalu kami hadir untuk meramaikan dunia yang fana ini 😁.

Saya dan Genk Arisan Kuliner Teman TK yang Temanya Kemaren Ngributin Umur 
Emang sih, kalau ngomongin umur suka rada ga pede gitu. Entah karena kami yang tidak muda lagi atau memang karena takut ketahuan angka aslinya di depan teman-teman yang lain. Padahal usia 30 tahun itu adalah usia yang matang-matangnya, usia yang sudah lebih stabil dan lebih bisa menyiapkan segala sesuatunya dengan baik. Di luar sana menorehkan prestasi pun juga biasa dilakukan oleh orang-orang inspiratif di usia 30 tahun ini. 

KISAH 30 TAHUN SHAFIRA 
Begitupun dengan SHAFIRA, teman-teman pasti tahu dong. SHAFIRA yang saya maksud ini. Bukan SHAFIRA temannya Jamilah atau SHAFIRA adeknya Kaila ya 😅. Tapi SHAFIRA sebuah brand busana muslim yang menjadi pioneer bagi fashion muslim di Indonesia. Yap, di usianya yang sudah 30 tahun di tahun 2019 ini, diawali dari tahun 1989 ketika owner nya yaitu ibu Feny Mustafa masih duduk di bangku kuliah semester 3 di Bandung. 

Dari awal menjalani bisnis dengan di handle seorang diri di Bandung kemudian menjualnya ke Jakarta. Lama kelamaan, permintaan semakin tinggi dan akhirnya pelan pelan mengangkat karyawan yang kompeten di bidangnya. Hingga kini memiliki ribuan karyawan yang membantu tumbuh besar hingga saat ini memenuhi kebutuhan fashion muslim di seluruh Indonesia.

Di usianya yang kini menginjak 30 tahun, SHAFIRA pun mampu membuktikan, bahwa bertahan dengan banyaknya tantangan dan hambatan dalam berbisnis fashion tidaklah mudah pastinya. Apalagi di awal - awal tahun SHAFIRA berdiri, belum banyak wanita yang mengenakan hijab dan berpakaian panjang menutup aurat. Jumlahnya hanya beberapa dan terbatas saja, tidak seperti sekarang yang sudah banyak menyadari kewajiban mengenakan busana muslim sesuai tuntutan Islam yang sesungguhnya. 

Jadi, bisa dikatakan SHAFIRA adalah pelopor busana muslim di Indonesia. Dalam perkembangannya pun sudah banyak produk produk yang dihasilkan oleh brand asal Bandung ini seperti : Blouse atasan, Gamis, Hijab untuk wanita dan Kemeja semi formal, kemeja casual dan baju koko untuk pria. 

Nah, selain memproduksi fashion untuk kebutuhan 24 outletnya di dalam negri. Kini SHAFIRA pun sudah merambah ke bisnis Internasional, dengan memulai memasok kebutuhan fashion muslimah luar negri, selama ini. Sehingga perusahaan busana muslim premium ini mengharapkan di tahun 2020 nanti Indonesia bisa menjadi pusat mode muslim dunia, dan tidak dipandang sebelah mata lagi dong pastinya. 

Untuk melengkapi kebahagiaannya di usia 30 tahun ini, SHAFIRA juga menggandeng desainer muda yang disapa 'Kang Rahmat'. Kang Rahmat ini dikenalkan oleh Kang Emil Ridwan Gubernur Jawa Barat kepada ibu Feny. Nah, Kang Rahmat sendiri adalah seorang disabilitas yang memiliki bakat dan potensi luar biasa di bidang gambar desain busana secara otodidak. 

Bersama Kang Rahmat 'Desainer Baru SHAFIRA'
SHAFIRA pun dengan bangga memberikan beasiswa untuk sekolah desain senilai Rp 50.000.000 (wow kan 😍😍) Hal ini bertujuan supaya desain - desain karyanya memiliki unsur-unsur yang sama dengan standart SHAFIRA seperti yang lainnya.

Persembahan SHAFIRA, Kepada Kang Rahmat 'Desainer Muda Disabilitas Yang Penuh Bakat'
PRESTASI 30 TAHUN SHAFIRA 
Oia teman-teman di usia yang tidak lagi muda ini, SHAFIRA juga merupakan induk dari 2 brand besar lainnya yang juga merupakan adek dari SHAFIRA ini tergolong kedalam SHAFCO (SHAFIRA Corporation) seperti Zoya dan Mezora bisa dipastikan sudah berhasil memikat hati wanita wanita muslimah Indonesia dengan motif juga bahan hijab-hijabnya yang elegant dan istimewa. 

Ga heran jika merek kerudung Zoya pun di tahun 2015 berhasil memperoleh penghargaan sebagai 'TOP Brand Award 2015' Ini membuktikan bahwa produk yang elegant ini, kini menjadi favorit dan makin diminati masyarakat. Di tahun 2016 ini, ZOYA pun juga mendapatkan penghargaan yang sama. 

Tuh Gaesss, Artis Sekelas Laudya Cintya Bella Pun Jatuh Hati Pada Adeknya SHAFIRA (Sumber : twitter Laudya)
Masih belum cukup sampai disitu, SHAFIRA Corporation pun di tahun yang sama yaitu 2015 juga menerima penghargaan secara langsung dari Kemendikbud RI untuk kategori Perusahaan Swasta. 

Nah di tahun 2018 kemaren, Feny Mustafa mendapatkan penghargaan sebagai Bintang Pengusaha dari Perempuan Bintang Award 2018 dari tabloid Bintang. Tuhh kan, ini masih beberapa penghargaan SHAFIRA Corporation di usia perjalanannya yang sudah 30 tahun ini. 

5 BENUA DALAM BALUTAN BUSANA SHAFIRA
Tak lengkap rasanya jika kita ngobrolin SHAFIRA tanpa ngomongin koleksi busana-busana yang memang menjadi andalan bisnisnya. Nah, untuk menggenapi usia 30 tahunnya ini. SHAFIRA juga menyempurnakan koleksi busananya yang terinspirasi dari 5 benua dari negara berbeda sekaligus lho.

Inspirasi desainnya ini didatangkan dari masjid - masjid yang terindah dari setiap benua yaitu Asia, Australia, Eropa, Amerika hingga Afrika. Pastinya SHAFIRA ini mengadopsi karya fashionnya dari keindahan arsitektur masjid-masjid terindah di 5 benua itu untuk seluruh pengguna busana SHAFIRA ke depannya.
Salah Satu Koleksi Dari Desain 5 Benua di Ultah Ke 30 nya Tahun Ini
Apalagi setiap desain hanya berjumlah sekitar 150-200 an piece, dan masih dibagi lagi ke 24 store cabang SHAFIRA di seluruh Indonesia. Jadi bisa dipastikan tidak akan pasaran dong dengan pengguna yang lainnya. 

Saya pribadi begitu bertemu langsung dengan ibu Feny Mustafa yang menjadi Founder sekaligus komisaris utama dari SHAFIRA beberapa hari lalu di daerah Jakarta Selatan ini, sempat berdecak kagum atas perjuangan seorang ibu Feny dari usaha yang diawali dengan modal pinjaman ini. 

Dari percakapan singkat tersebut, bisa dipastikan bahwa beliau adalah orang yang humble dan juga ramah terhadap siapa saja. Begitupun dengan ribuan karyawannya yang telah turut serta membesarkan kerajaan bisnis fashionnya sehingga mendunia seperti sekarang. 

Btw, udah ngomongin panjang lebar nih tentang SHAFIRA. Nah, udah dulu ya teman-teman. Karena saya sudah ga sabar kepengen nyoba kerudung / scraft ekslusif dari SHAFIRA yang limited edition ini. Karena scraft ini tidak diperjual belikan, tetapi hanya akan dibagikan kepada customer yang membeli produk SHAFIRA di store nya seluruh Indonesia. Nah, hal ini dilakukan masih dalam serangkaian ultah ke 30 SHAFIRA. 
Kerudung SHAFIRA Yang Elegant dan Bahan berkualitas
Kerudung warna orange bermotifkan logo SHAFIRA ini, sangat unik motifnya. Warnanya cantik bisa dipadukan dengan berbagai macam warna baju dan pastinya bahannya pun adem. Sehingga nyaman dong pastinya dipakai. Oke teman-teman....terimakasih sudah membaca, semoga bermanfaat ya. Dan sampai ketemu lagi di tulisanfebri berikutnya. 











Komentar

  1. memang benar ya bu feny dengan kepribadiannya yang ramah dan rendah hati itu yg membuat Shafira bs besar. Hebat banget si ibu. Kokeksinya bagus - bagus yaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, wanita wonder woman ya dari usia 23 tahun sudah start berbisnis xixi. Makanya layak sukses seperti sekarang karena prosesnya dia berjuang dulu ya

      Hapus

Posting Komentar

Saya senang jika kalian berkenan meninggalkan komentar dan tidak meninggalkan link hidup ya. Maaf, kolom komentar sekarang dimoderasi. Terimakasih atas kunjungannya dan insyaallah saya akan berkunjung balik. Terimakasih sudah mampir ^-^

Postingan populer dari blog ini

Ada Yang Baru Nih dari Vitacimin, Vitacimin White dan Vitacimin Nutriglow

Review Venus Facial Wash, Pembersih Wajah Oleh-oleh Dari Beauty Gathering

Yuk Dukung Aksi Nasional BPOM Menolak Penyalahgunaan Obat Untuk Masyarakat