Langsung ke konten utama

BUKU UNTUK INDONESIA : GERAKAN BCA YANG LAYAK KITA DUKUNG


Hai hai pasti bingung deh kalau baca judulnya, iyalah makanya harus baca isinya juga sampai tuntas hehe. Secara lagi ngebahas tentang buku nih. Hayooo ngaku, kapan terakhir kali namatin buku untuk dibaca ? Penting ga sih baca buku itu ? bagaimana sih menumbuhkan munat baca? bagaimana cara memiliki minat baca buku sedari kecil ? Perlukah adanya gerakan berbagi buku untuk Indonesia ? Bagaimana kondisi anak - anak daerah terpencil belajar dengan buku yang terbatas ? 

Duh duh pasti diantara kita akan ada yang bertanya-tanya seperti itu kan. Terkadang jujur, saya pun penasaran dengan nasib tumpukan buku di perpustakaan, atau toko buku yang belum terjamah pembacanya karena minat baca yang kurang di tengah perkotaan yang sudah menomorsatukan gadget ketimbang harus menamatkan sebuah buku.



Tapi keadaan malah menjadi sebaliknya ketika melihat suatu berita baik di TV atau internet. Disitu diberitakan bahwa banyak pinggiran daerah terpencil Indonesia , anak-anak usia SD dengan mengenakan seragam kebanggaannya merah putihnya menyebrangi sungai yang berarus deras dengan menggunakan seutas tali tambang. 

Bahkan ada juga di tempat lain anak sekolah tidak menyeberangi jembatan melainkan langsung berjalan saja, di arus sungai yang meskipun dangkal tapi berarus deras demi mereka bisa bersekolah dan membaca buku yang cuma ada di perpustakaan mini sekolahnya. 



Hal itu mereka lakukan demi mereka bisa bertemu dengan guru yang menjadi gudang ilmu, bertemu juga dengan sebuah buku bersampul ilmu pengetahuan alam, ataupun buku dongeng  untuk anak yang tersedia dalam jumlah yang sangat sedikit dan tidak berimbang jumlahnya dengan keseluruhan siswanya. Terpaksa mereka harus mengantri satu persatu untuk menamatkan buku yang mereka senangi. Sedih ya kalau sudah begini 😔 hikshiks.


Belum lagi masih ditambah dengan adanya kondisi yang menyatakan bahwa Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke 60 dari 61 negara soal minat membaca, berdasarkan studi "Most Literate Nation In World" yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univercity tahun 2016.



MEMBACA DARI GENERASI KE GENERASI

Keadaan diatas adalah sebagian kecil alasan yang mendorong bank BCA mengangkat tema "Membaca dari Generasi ke Generasi" yang bertempat di lantai 22 kafe BCA V menara BCA tanggal 15 maret 2017. Selain banyak faktor yang juga jadi pendorongnya. Dan saya sendiri sebagai bagian dari masyarakat yang diundang di acara ini langsung mengiyakan tanpa berpikir panjang, mengingat akan banyak hal menarik tentang literasi yang erat kaitannya dengan buku yang dibahas dalam pertemuan singkat itu oleh para pakar di dunia buku dan pendidikan pastinya. 



Dan, ketika hari H pun tiba, dengan semangat saya memasuki menara BCA dan bergegas menuju lantai 22 dengan meninggalkan identitas diri pada petugas CS untuk ditukar dengan kartu Visitor. Tiba di lokasi acara seperti biasa, saya melakukan registrasi terlebih dahulu. Dan ketika dipersilahkan masuk ruangan, sudah terdengar suara alunan musik yang dimainkan dengan asyik oleh sekelompok anak muda yang terlihat menikmati aktivitasnya. Kehadiran mereka menghibur saya dan rekan -rekan undangan yang lainnya dong pastinya.


Sambil menunggu narasumber yang hadir di acara ini, saya melakukan jelajah TKP sambil foto-foto xixi. Desain lokasi acara ini terlihat sangat rapi dan apik. Suasananya seperti berasa di dalam sebuah kafe perpustakaan. Ada setumpukan buku, taman buatan yang asri, gambar anak-anak yang antusias membaca buku, berjajar di gantungan beberapa kaos berwarna -warni, background foto yang berlatar lemari buku yang tampak terlihat asli 😍




Bahkan di plafon pun jika kita mendongakkan kepala terdapat buku-buku yang digantungkan sepanjang lokasi acara. Dan yang pasti desain background stage pun terbentuk dari buku yang seolah-olah dibuka. Jempol deh, saya suka saya suka 👍 Oia di menara BCA ini dengan posisi gedung yang menjulang, saya bisa melihat hiruk pikuknya kota Jakarta yang terlihat nampak kecil. 


Dan setelah puas saya menjelajah dan berfoto kesana sini bersama rekan duet Feriyana. Dengan sebelumnya menikmati hidangan snack yang disiapkan secara rapi bagi kami para tamu undangan. Tidak berapa lama pun para narasumber hadir di lokasi acara. Kamera, HP , notes dan pulpun pun siap menjadi "alat perang" saya.


Tuh kan ternyata benar dugaan saya, kalau ini bukanlah acara kecil yang main - main dan santai apa adanya. No karena acara ini menghadirkan 5 orang narasumber hebat yang berpotensi dan berkecimpung di dunia pendidikan dan ahli dalam membicarakan buku yang melihat dari kapasitasnya masing-masing, seperti :



  1. Bapak Muh. Syarif Bando yang menjabat sebagai Kepala Perpustakaan Nasional RI.
  2. Ibu Tjut Rifameutia Umar Ali yang menjabat sebagai Dekan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
  3. Bapak Dadang Sunendar selaku Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementrian Pendidikan & Kebudayaan RI.
  4. Ibu Lucia Ratih Kusumadewi yang menjabat sebagai Dosen Sosiologi Universitas Indonesia. 
  5. Duta baca sekaligus presenter kondang acara "Kick Andy" Bung Andy F Noya.
  6. Dan hadir secara istimewa bapak Jahja Setiaatmadja selaku Diretur BCA.
Kehadiran beliau-beliau ini disambut antusias oleh kami para undangan yang hadir. Dan ke 5 pembicara ini pun diberikan kesempatan satu persatu berbicara mengenai literasi yang erat kaitannya dengan buku. Dan ketika para narsumberpun berbicara satu persatu saya seperti mendapat pencerahan baru deh tentang uniknya buku yang diulik dari berbagai macam sudut pembicara ini. 

1. BAPAK MUH SYARIF 
Dan berikut sesi cerita dan share nya para narasumber yang kece-kece itu Duduk paling kiri dari saya, ada Bapak Muh Syarif yang bercerita tentang minat baca yang kurang padahal perpustakaan nasional ataupun perpustakaan daerah pasti tersedia di masing-masing wilayah. Namun disayangkan ketika fasilitasnya tersedia tapi para peminatnya masih kurang. (Tuh kan, disini banyak fasilitasnya, tapi kita lebih suka ngemall ketimbang mengajak anak ke perpustakaan 😟)

Belum lagi masih ditambah dengan pembagian buku yang belum merata antara daerah kota dengan daerah terpencil di Indonesia, salah satu kendalanya mungkin adalah kurangnya sarana transportasi untuk menjangkau daerah-daerah terpencil itu.

2. IBU TJUT RIFAMEUTIA UMAR ALI yang akrab disapa Ibu Mutia 
Sehari-harinya bekerja sebagai Dekan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Merupakan sosok wanita hebat di bidang psikologi, beliau banyak berbagi tentang bagaimana cara mengajarkan anak supaya suka membaca. Salah satunya adalah dengan memberikan contoh gemar membaca kepada anak. Dengan gemar membaca, maka anak akan menjadi peniru ulung atas apa yang dilihatnya (Deg, begitu mendengar ini saya langsung keingetan Gavino dan Jovano di rumah jadi kepengen langsung baca juga di depan mereka)

Apalagi umur 0-6 tahun merupakan pondasi utama dalam menanamkan kebiasaan yang. Dan berikut ini tips supaya anak gemar membaca :
  1. Sering-seringlah mengajak ananda pergi ke toko buku ataupun jalan-jalan ke perpustakaan untuk membaca.
  2. Anak akan mengikuti kegiatan orangtua untuk membaca, maka sebaiknya ortu perlu memperlihatkan gerakan membaca dengan memberinya contoh.
  3. Bacalah buku dari hal-hal yang paling menarik perhatian si kecil.
  4. Bacakan dongeng kepada anak sebelum tidur.
  5. Berikan buku yang gambarnya lebih besar ketimbang tulisan untuk menarik minat baca anak umur 3 tahun ke bawah.
Dan satu catetan lagi dari ibu Mutia, bahwa jika kita memiliki anak berusia remaja maka kita harus tahu anak kita bermain dengan siapa dan dalam kesehariannya apa saja yang dilakukan bersama teman-temannya. 

Wah, makasih banget ya bu Tipsnya gumam saya begitu saya mendengar ulasan beliau yang langsung bisa dipraktekkan nih untuk Gavino dan juga si kecil Jovano. Secara mereka suka banget didongengin sebagai pengantar tidur 😄.

3. BAPAK DADANG SUNENDAR
Sebagai perwakilan dari Kementrian Pendidikan & Kebudayaan. Disini bapak Dadang mengemukakan bahwa sudah setahun ini, Mendikbud mengadakan progam literasi sekolah yang bekerjasama dengan 514 kantor pendidikan & kebudayaan daerah di seluruh Indonesia. 

Dengan program literasi yang sudah dicanangkan bagi murid di sekolah, maka anak didik diwajibkan membaca terlebih dahulu selama 15 menit sebelum pelajaran dimulai. Dengan gerakan ini sih di harapkan anak akan memiliki minat baca karena sudah dipupuk sedari dini.

Sejumlah 200.000 sekolah dibawah asuhan Dikbud dan 100.000 sekolah madrasah dibawah naungan Depag akan bersama mewujudkan program ini. Selain itu Dikbud juga bekerjasama lho dengan banyak komunitas terkait untuk mendukung gerakan literasi. Memasyarakatkan buku supaya digemari di masyarakat. Sehingga budaya membaca akan tumbuh dengan cepat.


So..program ini tidak serta merta hanya PR Dikbud dong ya, kita juga harus support pastinya 😉.


4. IBU LUCIA RATIH KUSUMADEWI
Beliau adalah pakar sosiologi, duh jadi ingat pelajaran sosiologi ketika duduk di bangku IPS jaman SMA hehe. Dan beliau menyampaikan beberapa hal yang menjadi fenomena di Indonesia saat ini. Cukup mengejutkan sih bagi saya seperti :
  1. Masyarakat Indonesia lebih bersifat komunal (lebih senang melakukan sesuatu secara bersama-sama) sehingga hal ini mempengaruhi berkurangnya minat baca di negara kita.
  2. Budaya literasi memang sangat kurang di negara kita
  3. Ada yang harus diperbaiki dalam pola pembelajaran selama ini, karena kita hanya menganut satu sistem pembelajaran saja. Yaitu guru memberikan pengetahuan pada murid. Nah solusinya, anak harus lebih kreatif dalam membaca untuk menambah pengetahuan dong, supaya anak makin aktif dan bisa berprestasi 😀 Ok noted ya Bu xixi
  4. Adanya budaya saat ini yang memaksa kita menerima sesuatu secara instan, dan membutuhkan effort untuk membaca saat ini kita dikepung ke dalam jaman digital
Wokey, ilmu lagi nih setelah mendengarkan 4 narasumber diatas. Pikiran dan pemahaman saya jadi lebih berasa di upgrade lho tentang keberadaan literasi yang sangat erat kaitannya dengan buku yang merupakan jendela dunia.

Dan next saatnya mendengarkan narasumber yang pastinya tidak asing lagi di benak kita. Siapa dia? Beliau adalah duta baca sekaligus presenter diam tapi kocaknya "Kick Andy" yang tayang di salah satu stasiun tv swasta.

5. BUNG ANDY F NOYA
Di acara ini beliau nampak senang dan antusias. Mengingat acara ini adalah acara yang bersinggungan langsung dengan passion nya dalam membaca. Andy F Noya juga Sedikit berbagi kisah bagaimana awalnya beliau bisa diangkat menjadi duta baca, dikarenakan kecintaannya terhadap buku yang luar biasa sedari kecil.

Mulai dari nilai mengarangnya ketika masih SD dalam bahasa indonesia yang selalu diatas rata-rata. (Sampai disini ketika beliau menceritakan perjuangan ibunya yang berlangganan koran dalam kondisi ekonomi yang buruk, beliau sempat meneteskan air mata sehingga suasanapun menjadi hening dan kami pun ikut larut terbawa suasana 😢).  

Kemudian sempat berpindah ikut ayahnya di Papua, dan mulai kehilangan kesempatan membaca karena daerahnya yang sangat terpencil dan jauh dari kota tempat membeli buku.

Kemudian setelah dewasa diajak tinggal di gang sempit bersama kakaknya yang bekerja di Jakarta. Tapi kesempatan itu tidak disia-siakannya, tidak kehilangan akal, beliau pun mencatat atas ilmu yang didapatnya dari buku-buku yang tersedia di perpustakaan umum Soemantri Brodjonegoro. 


Sehingga pelan-pelan prestasinya pun mulai terlihat hingga akhirnya berhasil mendapatkan job sebagai presenter acara Talk Show "Kick Andy" juga bukanlah perkara yang mudah. Proses demi proses beliau jalani dan akhirnya kementrian pendidikan dan kebudayaan pun mengangkatnya menjadi Duta Baca untuk Indonesia 😍. Dengan menjadi duta baca, Andy F Noya pun banyak memiliki pengalaman menyedihkan ketika berkunjung ke daerah-daerah. 

Beliau menyaksikan ada banyak perpustakaan atau sekolah  hanya memiliki beberapa buku saja dan pastinya tidak berimbang jumlahnya dengan jumlah muridnya. Dan ada beberapa orang berkebutuhan khusus yang mengeluhkan mahalnya buku yang ditulis menggunakan huruf braile hikshiks. 


Dan selesai sudah mendengarkan para narasumber yang bagi saya adalah semuanya hebat, keren dan sharing hal yang positif atas buku dan budaya baca di Indonesia. Dan diakhir acara saatnya memberikan penghargaan dari BCA untuk 5 narasumber dan satu orang moderator yang telah mensupport jalannya acara ini. 


Eits, tapi acara siang itu tidak hanya sampai disini ya. Karena masih dilanjutkan oleh Direktur Bank BCA bapak Jahja Setiaatmadja, yang diberikan kesempatan untuk membuka secara seremonial program baru yang diluncurkan oleh bank BCA yaitu gerakan berbagi BUKU UNTUK INDONESIA. Bapak Jahja sendiri, berpendapat bahwa forum Kafe BCA V ini akan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kolaborasi berbagai pihak untuk menumbuhkan budaya gemar membaca di Indonesia. 

TENTANG GERAKAN BUKU UNTUK INDONESIA 


Menurut Bapak Jahja selaku Direktur Bank BCA mengatakan  "Gerakan berbagi ini bertujuan untuk memberikan dan memperluas akses masyarakat terhadap buku dan bank BCA mengajak masyarakat untuk menjadi bagian di dalamnya, sehingga anak-anak Indonesia akan mendapatkan akses buku sebagai sarana penunjang belajar mereka".


Oia nantinya dana yang terkumpul melalui gerakan berbagi buku untuk Indonesia akan di konversi menjadi buku dan disalurkan kebeberapa daerah di Indonesia. Dan setelahnya kita akan mendapatkan kaos kebaikan lho sebagai tanda bentuk apresiasi BCA yang dipersembahkan untuk kita yang ikut berpartisipasi dalam gerakan ini.

Caranya bagaimana Feb? gampang kog, yaitu dengan menjadi bagian dari gerakan ini dengan mengklik www.bukuuntukindonesia.bca.co.id nah disini kita bisa memilih paket donasi yang sudah tersedia lho. Mulai dari Rp 100.000 - Rp 350.000 trus disitu kita akan dialihkan ke situs Blibli.com yang sudah diajak bekerjasama untuk menunjang gerakan ini. Mudah saja kog cara donasinya, semudah kita berbelanja di online mall ini xixi. 





Karena nantinya kaos kebaikan akan dikirimkan oleh blibli.com ke alamat rumah kita. Ada 3 macam warna kaos kebaikan yang bisa kita pilih warna biru dan merah yang berbahan dri-fit yang bisa kita pakai ketika olahraga atau melakukan kegiatan outdoor dan warna putih dengan berbahan katun untuk aktivitas kita sehari-hari. Saya juga kebagian satu lho kaosnya, keren deh 😍.

Taraaa sudah paham kan sekarang ya, jadi dengan gerakan berbagi buku untuk Indonesia ini diharapkan bisa menginspirasi masyarakat untuk berbagi dan peduli pada anak-anak di daerah. Yukk ah sama-sama kita sukseskan gerakan ini yang sangat positif bareng BCA. 

Iyalah ya, kalau bukan kita siapa lagi sih yang akan peduli pada pendidikan anak bangsa yang sangat bergantung pada buku yang merupakan jendela dunia ini 😀 jangan sampai harapan dan cita-cita mereka terkendala oleh akses ketersediaan buku yang tidak memadai  seperti kondisi saat ini. 

Cek ATM ah, kebetulan saya juga menjadi nasabah setia BCA xixi, dan kenapa saya pilih BCA? pastilah sudah pada paham sama jawabannya. ATM BCA itu banyak dan tersebar dimana-mana dengan total jumlah 17.207. Bahkan perjalanan mudik dari Tangerang ke Malangp pun tidak perlu membawa banyak uang dalam bentuk cash, karena saya tidak perlu khawatir disebabkan sepanjang perjalanan pasti akan banyak ATM BCA yang berjejer dan bisa digunakan 24 jam. 

Selain itu, kantor cabangnya juga banyak lho. Terus masih ditambah dengan adanya mesin EDC yang memudahkan saya bertransaksi ketika berbelanja dan juga internet banking nya ituloh membantu banget. Dan saya tetap bisa melakukan transaksi keuangan dimanapun saya berada dengan cara mudah tinggal klak klik dari HP saja asalkan jangan sampai lupa membawa token mungil dengan warna khas birunya ya 😀.










































Komentar

  1. Semoga budaya membaca di Indonesia semakin bertambah ya :)

    BalasHapus
  2. Acaranya bikin mupeng .... Dulu saya bikin tabungan BCA gara-gara baca acara-acara keren macam ini. Tapi emang manfaatnya gedhe banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget mbak xixi, wah sesama nasabah BCA dong ya xixi

      Hapus
  3. Acaranya Bagus bgt mbak, aku juga nasabah BCA tp blm pernah ikut acara dr BCA

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, acaranya inspiratif sekali. Semoga next bisa berkesempatan ya

      Hapus
  4. Yuuk aaah,,,mari kita baca buku. Tapi emang rasa malas masih berkuasa yaa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha iya bener, malas harus disingkirkan dari kebiasaan yang baik xixi

      Hapus
  5. Mantam ya programnya untuk kemajuan pendidikan anak Indonesia. Yeps, untuk urusan perduitan keluar masuk ATM-nya udah makin banyak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iye bener mbak, program yang harus kita dukung. Ahayyy senangnya aamiin YRA,

      Hapus
  6. bang andy noya.. udah lama kagum sama dia.. dulu sering nonton dia secara langsung di metrotipi.. rekaman kick andy.. sekarang gak pernah lagi karena sibuk hihi.. BCA emang punya kepedulian tinggi ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe iya mbak program kece dari BCA ini layak disupport ya, Bang Andy nya juga ilmunya top banget

      Hapus
  7. Tetep yaaa... endingnya foto selfie jeng febry.. hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha iya mbak, akhirnya jadi ketagihan menjadikannya ciri khas wkwk

      Hapus
  8. Semoga para pembaca di Indonesia semakin bertambah.

    BalasHapus
  9. ATM BCA juga menjadi ATM utama untuk aku, Mbak. Yaah bisalah ya beli buku di toko pakai ATM BCA. Seru banget acaranya ada bung Andy pulaa..aaa kereen.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah toss kita samaan sesama nasabah BCA wkwk. Hooh seru banget sampai 3x narsis bareng beliau wkwk

      Hapus
  10. bagus banget donasi untuk buku :)
    aku sudah enggak ingat kapan terakhir baca buku untuk diri sendiri, paling baca buku untuk Iyas aja walau gak pernah didengerin sama anaknya :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahha,gpp mbak yg penting dibacakan buku hehe nanti juga denger sendiri kog pasti

      Hapus

Posting Komentar

Saya senang jika kalian berkenan meninggalkan komentar dan tidak meninggalkan link hidup ya. Maaf, kolom komentar sekarang dimoderasi. Terimakasih atas kunjungannya dan insyaallah saya akan berkunjung balik. Terimakasih sudah mampir ^-^

Artikel Paling Dicari

Ada Yang Baru Nih dari Vitacimin, Vitacimin White dan Vitacimin Nutriglow

Hai teman-teman. Pasti sudah pada kenal kan sama yang namanya Vitacimin? tablet hisap yang rasanya asem-asem manis dan bikin ketagihan karena mengandung banyak vitamin yang bermanfaat. Yapp tanggal 28 april 2017, berlokasi di MNC Studio Tower 3 saya mendapatkan undangan untuk menghadiri peluncuran Vitacimin White dan Vitacimin Nutriglow sebagai varian tambahan baru dalam produk Vitacimin yang sudah beredar di pasaran.

Oia Vitacimin ini diproduksi oleh PT. Takeda Kyoto, Jepang ya, yang sudah dikenal memiliki standart kualitas yang tinggi. Ssttt tahu ga teman-teman, kalau ini perusahaan sudah berdiri sejak tahun 1971 dengan menyediakan Vitacimin yang merupakan suplemen dalam bentuk vitamin C. Dan bisa kita dapatkan di pasaran atau apotek-apotek terdekat dengan harga yang terjangkau. 


ACARA PELUNCURAN VITACIMIN WHITE DAN VITACIMIN NUTRIGLOW Nah, sekarang PT Takeda berinovasi lagi nih dengan menghadirkan 2 varian barunya. Nama varian barunya itu Vitacimin White dan Vitacimin Nutriglow. Oia s…

Review Express Digital Printing Tangerang, Butuh Cetak Cepat dan Ekonomis disinilah Tempatnya

Seiring dengan canggihnya tekhnologi dalam dunia cetak instan, maka semakin cepat juga waktu penyelesaian tugas kita. Di kota Tangerang tempat ini terkenal banget oleh banyak orang baik itu masyarakat umum ataupun para awak yg berkecimpung di dunia percetakan (tukang percetakan maksudnya hehe). 
Dan saya pun tahunya juga dari tetangga yang sukses memiliki usaha percetakan sendiri di gang Pentil (gangnya dunia percetakan). Sehingga tahu sedikit dan makin mengerti bagaimana proses dari awal sampai akhir caranya membuat ini dan itu yang berkaitan dengan dunia cetak mencetak. Memang marketing yang mudah, murah dan mengena adalah "dari mulut ke mulut" selama customer memiliki rasa kepuasan tersendiri.
Well buat yang sudah penasaran apa itu cetak instan bisa langsung datang ke tempat ini loh, dijamin puas dengan harga yang relatif terjangkau. Pelayanan ya lumayan lah untuk CS penerima ordernya, kalo kasir biasa biasa saja senyumnya bisa dibilang terpaksa, ya maklum saja karena temp…

Pilah Pilih TK Cipondoh Tangerang Yuk

Tahun ajaran baru memang masih 4 bulan lagi, tapi saya dan sohib berburu saya mama Queen untuk anak ke2 nya Malik yang usianya sebaya dengan adek Jo, kami sudah sibuk selancar hunting sana hunting sini buat milih sekolah. Pertimbangan kami adalah sekolah yang tidak begitu jauh jaraknya dari rumah dan menanamkan nilai-nilai islam sebagai dasar dan pola pengajarannya.

Yupp 2 hari hunting menghasilkan tulisan blog kali ini. Buat para Bunds yang sedang bingung (sama seperti saya hehehehe) mencari dan memilih sekolah buat si kecil yukkk simak lebih lanjut. Yess terhitung, pertanggal 19 Januari ini adek Jo berumur 4 tahun berarti pas ajaran baru sekitar 4 tahun 6 bulan usianya. 

Saatnya masuk TK dong? Yoii kan umurnya sekolah, sekarang adek Jo mengisi kesibukannya dengan ikut bunda sekolah. Jadi mak nya ngajar, anaknya ikutan sekolah hehe (praktis kan...jurus yang banyak dilakukan bu guru di luar sana pastinya).
Ada 4 sekolah yang kami survey dan 3 diantaranya ada di lokasi seputaran perumaha…

Enaknya Bakso Bang Amin Komplek Garuda Tangerang

Siang tadi, untuk kesekian kalinya mampir ke bakso Amin Garuda. Setelah capek muter2 survey sekolah adek Jo, karena kebetulan ada satu TK yang jadi korban survey kami berlokasi di komplek yang bernama Garuda juga (dibahas terpisah ya xixixixi). 

Kemaren, Senin 14 desember 2015 jam 10.30 an juga sempet mampir sih ke bakso garuda juga cuma dari jauh kira-kira jarak 50 meter, mobil juga belum sempet parkir sudah diteriakin sama tukang parkirnya "Habis.....Habissssss"yahhh dengan menyesal kami bertiga cabut puter balik dah sambil menyimpan rasa penasaran teman saya yg belum pernah kesitu "kayak apa sih rasanya, penasaran aku, kog jam segini sudah habis"(colek Bundsul hehe)panggilan kesayangan mamanya teman mas Gav di SD.     

Akhirnya siang tadi saya berhasil ketemu dah, sama tuh bakso yang sudah terkenal banget. Saking terkenalnya dimana ada komunitas para bunda walimurid TK, SD, SMP atau SMA di kawasan kota Tangerang atau para PNS, pegawai, anak remaja sampai tetangga …

JAKARTA AQUARIUM, WAHANA EDUKATIF SENSASI DALAM LAUT DI TENGAH KOTA

Kadang suka galau dan bingung ya mencarikan tempat bermain anak yang edukatif, yang tidak hanya memberikan kesenangan semata pada si kecil. Tapi juga memberikan suatu wacana atau memberikan nilai edukatif tersendiri. 
Bosan dengan wahana bermain anak yang itu-itu saja, main yuk ke sini JAKARTA AQUARIUM. Wow namanya 😃 membayangkan seperti aquarium raksasa dong hehe. Well tak kenal maka tak sayang, kenalan yuk sama wahana edukasi yang baru ini, letaknya ga jauh kog. Ada di Jakarta Barat tepatnya di dalam lantai LG 101 - LGM 101 Mall Neo Soho di kawasan Podomoro City yang terhubung dengan mall Central Park. 
Awalnya saya juga bingung nih, sebenarnya tempatnya  seperti apa sih? kog bisa dinamakan Jakarta Aquarium. Yuk simak uraian berikut ya : Jakarta Aquarium adalah lembaga konservasi yang merupakan bagian dari Taman Safari Indonesia Cisarua Bogor yang bekerjasama dengan Aquaria KLCC (Kuala Lumpur Malaysia).
Karena merupakan lembaga konservasi Ex - Situ (usaha pelestarian alam yang dilakuk…